Thu, 02 Feb 2023

Seputar Bandung, 04 Jan 2023 19:26 - 4 minggu yang lalu

DP2KBP3A Kabupaten Bandung Bina Usaha Perempuan Produktif untuk Keluarga Sejahtera

  • Zola

Klikjabar

0 suka
231 dilihat
1 komentar
Seputar Bandung
image

KLIKJABAR.ID - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung mempunyai binaan perempuan usaha ekonomi produktif yang terdiri dari kelompok Perempuan Kepala Keluarga (Peka), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dan membina Industri Rumah Tangga (IRT).

Hal tersebut disampaikan Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung, H.M Hairun SH MH didampingi Fungsional KKB Ahli Muda, Yogaswara S Pd, di ruang kerjanya, Rabu (04/01/2023). Bahwa ketiga kelompok usaha ekonomi tersebut yang menjadi pionir atau pelakunya yakni para kaum perempuan ibu-ibu yang mempunyai tanggungan di rumahnya.

"Seperti contoh Peka. Peka itu kelompok perempuan yang di rumahnya menghidupi kehidupan rumah tangganya. Jadi bertindak selaku suami, kemungkinan ibu itu ditinggal oleh suaminya single parent (janda). Suaminya tidak bisa bekerja (sakit) atau lain hal sehingga dia bekerja sendiri," katanya.

IMG-20230104-WA0030.jpg

Kemudian lanjut Hairun, UPPKS yang merupakan kelompok perempuan yang menjadi peserta KB aktif atau akseptor KB di tingkat desa atau RW. 

"Setelah ber KB mereka mempunyai kehidupan ekonomi membentuk keluarganya. Kita bentuk kelompok antara 10 sampai 20 orang diberi nama kelompok UPPKS, serta IRT di rumah tangga ini ada perempuan-perempuan atau ibu-ibu yang mempunyai wiraswasta kewirausahaan yang bikin kue, konfeksi dan yang lain-lain. Ini juga harus kita sentuh, karena semua itu merupakan kehidupan atau peran dari pada perempuan," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Hairun, dengan adanya dampak inflasi yang global semua kehidupan ekonomi dari tingkat dunia, nasional bahkan di Kabupaten Bandung terdampak. Maka peran pemerintah Kabupaten Bandung khusunya Bupati Dadang Supriatna dengan jargon Bedas bisa mengendalikan laju inflasi yang cukup tinggi.

Bupati Bandung, lanjut dia, dengan kinerja yang cukup bagus bersama aparatur pemerintahannya telah mendapatkan 130 penghargaan dalam kurun waktu 1 tahun lebih. 

"Sangat istimewa sekali bagaimana kiprah beliau. Oleh karena itu beliau mendapatkan kinerja bonus atau (prestasi kerja) dari tingkat pusat yang disebut dengan Dana Insentif Daerah (DID)," katanya.

Masih kata Hairun, dalam rangka menekan laju inflasi di Kabupaten Bandung, salah satu yang terdampak yang dibina oleh DP2KBP3A yakni para usaha ekonomi perempuan. Bupati Bansmdung mempunyai responsif bagaimana kehidupan gender di Kabupaten Bandung, yang artinya bagaimana untuk mensejahterakan kaum perempuan. 

"Selama satu bulan ini beliau menggelontorkan anggaran untuk kaum perempuan sebesar kurang lebih Rp956 juta yang diberikan kepada kaum perempuan. Yang terdiri dari kelompok UPPKS ada 304 orang, Peka 834 anggota, IRT 31 anggota kurang lebih 1.175 orang," bebernya.

Sementara Fungsional KKB Ahli Muda Yogaswara menyampaikan di Dinas P2KBP3A ada 168 kelompok UPPKS yang langsung dibina oleh para penyuluh KB (PKB) dan para kepala UPT P5A di tingkat kecamatan dan desa. Dimana disamping menjadi peserta KB yang aktif, juga mempunyai usaha ekonomi produktif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan yg diwadahi dalam kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Harapan kedepan, lanjut Yoga, akan terbentuk Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera NKKBS. 

"Alhamdulilah dengan adanya gebyar tahun baru 2023 dapat bantuan DID dari bapak bupati untuk kelompok UPPKS. Sehingga ini bisa meningkatkan masyarakat peserta KB untuk kesejahteraannya. Dengan adanya inflasi yang cukup tinggi, bapak bupati mengambil langkah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi," paparnya. (Asep A)

Tags:

Komentar

Kirim Komentar

Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu