Thu, 02 Feb 2023

Seputar Bandung, 11 Sep 2022 22:59 - 4 bulan yang lalu

Komisi C DPRD Tinjau Inovasi Solusi Sampah Dinas LH. Kabupaten Bandung

  • Zola

Klikjabar

0 suka
58 dilihat
0 komentar
Seputar Bandung
image

KLIKJABAR.ID - Rombongan Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung dipimpin Ketua Komisi C, H. Yanto (Fraksi Golkar) melakukan kunjungan kerja meninjau dan menyaksikan peragaan penggunaan mesin pembakaran sampah Ramah lingkungan. Di pusat pengelolaan daur ulang sampah Dinas Lingkungan Hidup ( LH) Kabupaten Bandung, DI Kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Rabu (07/09/2022).

Rombongan didampingi Kepala Bidang Sampah Dinas LH Kabupaten Bandung, Erpi Suwandi dan pihak ketiga produsen Mesin Incinerator, untuk mempresentasikan dan peragaan cara kerja operasional alat pembakar sampah ramah lingkungan tersebut.

Dari peragaan cara kerja mesin incinerator yang disaksikan bersama oleh rombongan komisi C, dan Dinas LH serta Media, Komisi C yang diwakili Sekretaris Komisi C, H. Uus Haerudin Firdaus, SH, mengatakan, bahwa pada prinsipnya, dengan praktek cara kerja mesin incinerator atau alat pembakar sampah tersebut, yang katanya hemat energi dan ramah lingkungan, secara teknis kedinasan ada di ranah Dinas LH.

"Tugas kami adalah di pengawasan.
Hadir disini belum tentu menjadi sebuah rekom persetujuan akan alat tersebut, kami perlu pertimbangan selektifitas alat. Harus ada kajian ahli dulu, bagaimana proses dan dampak terhadap lingkungan dari asap hasil pembakaranya, walaupun dari hasil peragaan masih terlihat sedikit asap pembakaran yang padahal harusnya mesin ini tidak menghasilkan asap. Mungkin harus lebih disempurnakan lagi," ungkapnya.

Menurutnya, secara teknis mesin pembakar sampah ini dalam waktu 8 jam, bisia menghasilkan pembakaran 8 kwintal sampah atau satu Ton sampah per 10 jam. Semoga saja hal ini menjadi solusi dalam permasalahan sampah di kabupaten Bandung. Secara Budgeting untuk pengadaan atau pembelian alat pembakaran sampah ini ada di Dinas LH.

Namun tentunya harus melalui proses kajian terlebih dahulu, Dinas tidak bisa serta merta begitu saja, harus melalui kajian ahli dan estimasi daripada efesiensi Harga. Pihak kami selaku legislatif hanya mengedukasi dan mengadvokasi saja.

Substansinya dari Dinas, dari tahun ke tahun belum ada solusi yang tepat untuk mengolah dan mengelola sampah, hal yang klise katanya. Apabila dibakar, masyarakat langsung merespon polusi asap pembakaran. Dan masyarakat kita sudah terbiasa dengan membuang sampah dengan menitipkan sampah ke dinas LH, diangkut pakai truk.

Sementara Dinas sendiri kerepotan dengan pembuangan ahir. Semoga dengan inovasi seperti mesin ini menjadi solusi. Namun apabila dianggap tidak efisien dengan biaya maka kita akan usulkan saja ke pihak pemerintah, yang mega proyek saja untuk pembakaran satu titik, seperti wacana PLTSa yang dulu pernah terwacanakan.

"Semoga saja visi Bandung Bersih dari sampah ini bisa terwujud," terangnya.

Sementara Kabid Sampah Dinas LH, Erpi Suwandi memberikan tanggapanya atas peragaan mesin inovasi pemusnah sampah tersebut. Kami apresiasi terhadap inovasi mesin pembakar sampah ini. Untuk menjadi soliusi dalam permasalahan sampah di Kabupaten Bandung.

"Untuk produk mesinya secara fisik dan cara kerjanya sudah kita saksikan bersama secara langsung, dan kedepanya secara teknis pihak produsen harus memenuhi standar kriterianya. Kita akan kaji dulu bukti efesienya dimana dan hemat energi serta ramah lingkunganya seperti apa. Secara spesifik kekuatan alat bisa dipakai berapa lama, harus diuji lebih lanjut lagi," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama pihak Produsen memberikan gambaran teknis tentang mesin incinerator ini kepada media, bahwa kemampuan kapasitas mesin bisa digunakan atau dijalankan 24 jam non stop. Dengan sistem Turbin cyrclone mampu membakar 100 kg sampah basah dan kering per jam. Mesin tanpa Listrik dan tanpa bahan bakar. Pembakaran Optimal tanpa Asap.

Dari pada itu Ichwan Nurjaman DPD LPRI Jawa Barat Divisi Lingkungan Hidup berharap, pemerintahan Kabupaten Bandung mampu bersama-sama untuk terus mensosialiasikan terhadap masyarakat supaya dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan terhadap tata cara pengelolahan sampah yang baik dan benar. (Didin S)

Tags:

Komentar

Belum ada komentar !

Kirim Komentar

Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu